Rumus Teori Titik Henti (Breaking Point)

- May 27, 2013
Teori titik henti merupakan modifikasi dari teori gravitasi W. J Reilly. Teori ini dapat digunakan untuk memberikan gambaran mengenai pola interaksi antara 2 wilayah dan dapat memprakirakan penempatan lokasi suatu industri atau pusat pelayanan. Teori ini dapat digunakan jika memenuhi beberapa syarat yaitu:

1. keadaan ekonomi penduduk relatif sama
2. topografi wilayah datar
3. sarana prasarana transportasi memadai
4. daya beli masyarakat sama

Baca juga:

Memahami pendekatan keruangan, ekologi dan kewilayahan
Ciri wilayah suburban perkotaan 
7 Komoditas perkebunan unggulan Indonesia

Untuk mengetahui penempatan lokasi pelayanan tersebut, digunakan rumus dibawah ini



Keterangan:

DAB = jarak titik henti
dAB = jarak wilayah A dan B
PA = jumlah penduduk kota terbesar
PB = jumlah penduduk kota terkecil

Contoh Soal

Diketahui penduduk kota A = 20.000 jiwa dan kota B = 10.000 jiwa. Jarak antara kota A dan B adalah 50 km. Dimanakah lokasi titik henti?

Jawab:

dAB = 50 km
PA= 20.000 jiwa
PB= 10.000 jiwa 



Jadi lokasi titik henti berada 20,74 km dari kota B.

Baca juga: 


Comments
4 Comments

4 komentar

avatar

Untuk penentuan lokasinya diambil dari jumlah penduduk yang terbanyak atau yang lebih sedikit ya?

avatar

kalau menurut literasi luar negeri, rumusnya tu akar B/A, penarikan jaraknya dari kota A. kalau A/B dari kota B. Menurut saya itu relatif,

avatar

Kenapa ke kota A harusnyq khan ke kota B.

avatar

rumusnya lengkap dan jelas, terimakasih telah berbagi.. :)

kunjungi juga blog saya sob..

Pengukuran Nilai Rata-Rata dan Kelompok Data pada Statistika

Berkomentar dengan bahasa yang baik ya!

 

Ketik materi yang kamu cari disini...

close
MAU KODE DISKON QUIPPER?