Menghitung Sex Ratio dan Dependency Ratio

Bagi kamu yang sudah masuk kelas XI Sosial tentu sekarang ini sudah masuk materi kependudukan dalam bab Antroposfer. Di dalam bab ini kamu akan mempelajari seputar perhitungan-perhitungan dasar tentang kependudukan.
Sebelumnya mungkin kamu sudah mengenal apa itu komposisi penduduk biologi?. Komposisi penduduk biologi adalah pengelompokan penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin. Untuk apa kita mengelompokkan penduduk secara bilogis tersebut? Salah satunya adalah untuk menghitung angka sex ratio dan dependency ratio.
Sex ratio adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan dalam suatu wilayah/negara. Sedangkan dependency ratio adalah angka yang menunjukkan beban ketergantungan penduduk usia produktif pada suatu wilayah. 

Untuk menghitung sex ratio kita gunakan rumus dibawah ini
Sex Ratio = jumlah penduduk laki-laki   x 100
                 jumlah penduduk perempuan
Sedangkan untuk menghitung dependency ratio kita gunakan rumus dibawah ini

Dependency Ratiojumlah penduduk usia non produktif   x 100
                                   jumlah penduduk usia produktif 
Ket : usia non produktif adalah usia 0- 14 tahun dan usia +65 tahun, usia produktif adalah usia 15 - 64 tahun

Contoh jika diketahui tabel komposisi biologis sebagai berikut
Berapakah angka sex ratio dan dependency rationya?
Sex ratio = 2238/2317 x 100 = 96,6
jadi dalam 100 orang perempuan terdapat 96,6 laki-laki
Dependency ratio = 47 + 4878/2699 x 100 = 182,4
jadi setiap 100 orang usia produktif menanggung beban 182 orang penduduk non produktif 

Itulah sedikit pembahasan mengenai sex ratio dan dependency ratio, semoga bermanfaat bagi yang membacanya. 
Baca juga: Wajib Tahu!, Batas Geografis NKRI. Jika ketergantungan penduduk produktif masih tinggi maka tingkat kesejahteraan penduduk bisa semakin menurun karena pendapatannya dibagi ke orang yang ditanggung.

11 Responses to "Menghitung Sex Ratio dan Dependency Ratio"

  1. maaf,kalau misalkan jumlah masyarakatnya kurang dari 100,apa ttp sja dikalikan 100?? mohon dijawab :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kaya nya masih karena itu angka konstan...

      Delete
  2. referensi nya apa tu gan..tentang dependency ratio

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya dari buku geografi, dmeografi, banyak ,,

      Delete
  3. terima kasih bnyak buat infonya. tp bagaimana jika jumlah penduduk berdasarkan golongan usianya ada yang nol, misalnya: di kelurahan A penduduk berumur 70-75 laki-laki 2 org dan perempuan tidak ada (0 org) atau sebaliknya. bagaimana dgn kasus demikian?? terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau kasus seperti itu mungkin saja rasionya bisa 2:0 saja, tapi nampaknya SR ini lebih cocok untuk total populasi tanpa diklasifikasikan dulu menurut umur. itu pendapat sya saja.trims

      Delete
  4. terima kasih bnyak buat infonya. tp bagaimana jika jumlah penduduk berdasarkan golongan usianya ada yang nol, misalnya: di kelurahan A penduduk berumur 70-75 laki-laki 2 org dan perempuan tidak ada (0 org) atau sebaliknya. bagaimana mencari sex rationya dgn kasus demikian?? terima kasih.

    ReplyDelete
  5. Saya mau tanya dimisal kan, jumlah laki-laki dalam satu kelas 208 dan perempuan 567 tentukan depedency rasio nya tapi tidak pake umur

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau berdasarkan ktentuan harus memuat umur produktif dan yang non produktifnya, kalau hanya jenis kelamin saja nampaknya tidak bisa.

      Delete
  6. Maaf mau nanya gan, untuk dependency ratio, usia non produktif bukankah 671+560+578+47 = 1856 ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang non produktif kan usia 0-14 ditambah usia 65 ke atas..

      Delete