Penyebaran Flora dan Fauna Perairan - Geograph88

Penyebaran Flora dan Fauna Perairan

Penyebaran Flora dan Fauna Perairan
Penyebaran Flora dan Fauna Perairan- Wilayah perairan juga memiliki keanekaragaman jenis flora dan fauna tidak kalah dengan yang ada di daratan. 

Sama halnya seperti di daratan penyebaran hewan dan tumbuhan di wilayah perairan dibagi menjadi beberapa zona. 

Secara umum penyebaran hewan dan tumbuhan di daerah perairan meliputi perairan darat dan perairan laut. 

Hewan dan tumbuhan di perairan darat terdapat dalam berbagai ekosistem mulai dari kolam, danau, sungai, hutan rawa sampai hutan bakau. 

Ekosistem-ekosistem tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tidak kalah melimpah dari ekosistem di darat. Beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang hidup di perairan darat diantaranya Teratai, Eceng Gondok, Bakau, Ikan dan binatang Reptil. 

1. Hutan Mangrove
Hutan Mangrove
Hutan Bakau (pic:http://www.travelchannel.com/)
Hutan Bakau/Mangrove merupakan salah satu jenis vegetasi yang banyak terdapat di daerah tropis seperti Indonesia. 

Sukardjo (1996) mengartikan hutan mangrove sebagai sekelompok tumbuhan yang terdiri dari berbagai macam jenis tumbuhan dari famili yang berbeda, namun memiliki persamaan daya adaptasi morfologi dan fisiologi yang sama terhadap habitat yang dipengaruhi oleh pasang surut laut. 

Di Indonesia luas hutan mangrove diperkirakan sebesar 4,25 juta Ha dan tersebar dair mulai Sumatera hingga Papua. 

Tumbuhan yang hidup di hutan mangrove beranekaragam mulai jenis palm, epifit, hingga paku-pakuan. 

Hutan mangrove terletak pada daerah peralihan antara air tawar dengan air laut sehingga termasuk daerah ekstrim. 

Oleh sebab itu keanekaragaman tumbuhan di hutan mangrove tidak terlalu banyak. Hutan mangrove banyak dijumpai di daerah pantai landai berlumpur dengan ombak relatif tenang. Hutan mangrove dapat hidup subur jika memiliki syarat sebagai berikut:

- Daerahnya landai atau datar.
- Ombak tidak terlalu besar.
- Memiliki muara sungai dan delta.
- Banyak endapan lumpur dari sungai.
- Suhu lingkungan antara 20 - 40˚C.

Hutan mangrove memiliki peran penting secara ekologis yaitu sebagai mata rantai makanan dalam perairan yang dapat menopang kehidupan berbagai jenis ikan, kepiting, burung, udang hingga moluska. 

Sedangkan secara fisik hutan mangrove memiliki fungsi untuk melindungi pesisir dari abrasi, angin dan sebagai mengendapkan lumpur. 

Tumbuhan mangrove memiliki akar yang panjang dan memiliki alur-alur melengkung ke atas hingga ke dasar air yang saling berhubungan sehingga menjadi tempat biota air untuk berkembang dan bersarang.  Baca: Proses Terbentuknya Guyot

2. Terumbu Karang
Terumbu Karang (pic:httphttp://cdn8.triplepundit.com/)
Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan tumbuhan alga yang disebut zooxanhallae. 

Terumbu karang berbentuk aneh seperti batu berwarna-warni dan memiliki rupa yang bermacam-macam. Pembentukkan terumbu karang berasal dari hewan polip yang menghasilkan zat kapur dan memakan waktu ribuan tahun. 

Terumbu karang banyak terdapat di daerah tropis dan termasuk hewan yang rapuh dan rentan terhadap kerusakan walaupun dari luar terlihat seperti keras dan kokoh. Luas terumbu karang di Indonesia mencapai kurang lebih 60.000 km2 .  

Terumbu karang secara ekologis memiliki fungsi sebagai tempat berlindung dan penyedia nutrien bagi biota laut di sekitarnya. Secara fisik teurmbu karang dapat melindungi pantai dari gelombang dan arus kuat sehingga manusia dapat tinggal dekat pantai. 

Berbagai macam hewan seperti Ikan Badut, Udang, Kuda Laut, Bintang Laut hidup di antara terumbu karang dan menjadikan terumbu karang menjadi tempat berlindung. 

Wilayah di Indonesia yang terkenal memiliki taman terumbu karang yang indah adalah Bunaken di Sulawesi Utara dan Laut Banda di Maluku.

3. Padang Lamun
Padang Lamun (pic:http://response.restoration.noaa.gov/)
Padang lamun/seagrass merupakan vegetasi berbunga yang hidup di perairan laut dangkal antara hutan bakau dan terumbu karang. 

Lamun hidup di perairan laut dangkal berlumpur, berpasir lunak, tebal dan berarus tenang. Padang lamun menjadi habitat berbagai macam jenis ikan, udang, penyu dan duyung. 

Padang lamun banyak tersebar di wilayah Indo-Pasifik barat dekat Indonesia. Lamun berkembang biak dengan memproduksi bunga dan buah dengan penyebaran biji. Secara horizontal vegetasi ini tumbuh dengan batang di bawah tanah. 

Lamun merupakan ekosistem yang tidak mencolok sehingga kurang banyak mendapat perhatian dalam upaya pengelolaan dan pelestariannya.

4. Zonasi Laut
Zonasi Laut (pic:http://oceanservice.noaa.gov/)
Lautan merupakan wilayah terbesar di bumi dan menyimpan berbagai macam jenis spesies hewan dan tumbuhan yang sangat besar. 

Penyebaran hewan di lautan terdapat mulai dari daerah dangkal dekat pantai hingga perairan laut dalam. 

Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang masuk, laut dikategorikan menjadi 3 zona yaitu Eufotik, Disfotik dan Afotik. 

Eufotik adalah wilayah dimana cahaya masih bisa tembus  sehingga banyak dimanfaatkan berbagai tumbuhan laut untuk berfotosintesis. Kedalaman zona hingga sekitar 0-200 meter. 

Biota laut yang hidup di zona ini antara lain alga, rumput laut, terumbu karang, bintang laut, ikan badut, bintang laut, udang, kepiting dan lainnya. 

Disfotik adalah wilayah dimana cahaya sudah mulai remang-remang seperti senja di daratan. Kedalaman zona ini antara 200-1000 m. 

Biota laut yang hidup pada zona ini diantaranya Hiu, Paus, Cumi dan Gurita. Afotik adalah wilayah perairan gelap dan tidak terdapat sinar matahari sedikit pun. Kedalamannya kurang lebih dari 1000 m hingga dasar laut terdalam 10.000 m (Palung Mariana). 

Biota laut yang hidup di zona ini beradaptasi dengan  keadaan lingkungannya sehingga banyak yang menghasilkan cahaya seperti Angler Fish, Cacing Laut dan Anemon. Baca juga: Proses terbentuknya Atol
close